ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
RADARMERDEKA.ID | JAKARTA, Laporan langsung media internasional Al Jazeera dari lokasi bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap kondisi memprihatinkan yang bertolak belakang dengan klaim pemerintah pusat.
Di saat pejabat di Jakarta sesumbar mampu mengatasi dampak bencana secara mandiri tanpa bantuan internasional, ribuan pengungsi di lapangan justru menghadapi krisis kemanusiaan yang parah.
Pengungsi Berhari-hari Tidur Pakai Plastik Bolong. Berdasarkan investigasi tim media asing tersebut, warga terdampak—seperti di Desa Riung, Kabupaten Manggarai—terpaksa bertahan hidup di bawah perlindungan seadanya. Mereka tidur berhari-hari di bawah lembaran plastik bolong tanpa bantuan selimut yang memadai.
Ketiadaan pasokan obat-obatan dan sarana kesehatan dasar mulai memicu gelombang penyakit, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan balita.
Stok Beras Tipis, Warga Nekat Penghadangan Truk Bantuan. Buruknya manajemen serta kelambatan skema penyaluran logistik membuat bantuan darurat menumpuk dan gagal menembus wilayah terdampak. Padahal, pemerintah sebelumnya membanggakan pengerahan ribuan personel TNI dan Polri ke lokasi bencana.
Akibat terputusnya alur distribusi dan krisis pangan yang kian memuncak: Persediaan beras dan makanan pokok warga berada pada titik terendah.
Warga yang merasa frustrasi nekat melakukan penghadangan terhadap truk-truk bantuan di pinggir jalan demi menyambung hidup.
Sorotan Dunia Internasional, Pemandangan memprihatinkan ini kini menjadi sorotan publik global. Sorotan media internasional tersebut memperlihatkan kegagalan koordinasi penanganan bencana di tingkat pusat hingga daerah.
Penanganan yang lambat ini dinilai sebagai dampak dari keangkuhan politik pejabat negara yang enggan membuka diri terhadap bantuan penuh, sehingga mengorbankan keselamatan dan nyawa rakyat di lapangan demi gengsi belaka.
Warga mendesak pemerintah segera merombak skema distribusi logistik dan memprioritaskan evakuasi medis serta penyaluran bahan pokok secara merata.
(M.SN)#








