Diplomasi Indonesia Perlu Berpijak Pada Kepentingan Nasional, Bukan Sekadar Pertimbangan Teknis

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RADARMERDEKA.id | JAKARTA, Praktisi hukum sekaligus Pendiri Partai Gerindra Sumatera Utara, Adv. Muhammad Taufik Umar Dani Harahap, SH, menilai bahwa setiap keputusan Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri atau tidak menghadiri agenda kenegaraan di luar negeri harus dipandang sebagai bagian dari strategi diplomasi yang memiliki makna politik dan simbolik yang luas.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dalam praktik hubungan internasional, kehadiran seorang kepala negara pada momen penting di negara sahabat bukan hanya memenuhi etika diplomatik, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun. Karena itu, apabila Indonesia memilih tidak mengirimkan Presiden dalam suatu prosesi kenegaraan penting di negara mitra, pemerintah sebaiknya memberikan penjelasan yang memadai agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

 

“Dalam diplomasi modern, setiap gestur seorang kepala negara memiliki makna. Kehadiran ataupun ketidakhadiran akan dibaca sebagai pesan politik oleh komunitas internasional,” ujar Muhammad Taufik Umar Dani Harahap dalam keterangan tertulisnya.

 

Ia menjelaskan bahwa Indonesia dan Iran memiliki hubungan diplomatik yang panjang sejak tahun 1950. Kedua negara telah bekerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari politik, perdagangan, pendidikan, energi hingga kebudayaan. Selain itu, keduanya juga sama-sama aktif dalam berbagai forum internasional seperti Gerakan Non-Blok, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan kini berada dalam wadah BRICS.

 

Menurutnya, hubungan historis tersebut merupakan modal diplomasi yang sangat berharga dan patut dipelihara melalui sikap saling menghormati antarnegara.

 

 

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalam ilmu hubungan internasional dikenal konsep symbolic diplomacy, yaitu tindakan simbolik yang mampu memengaruhi persepsi, tingkat kepercayaan, dan kualitas hubungan antarnegara. Oleh karena itu, keputusan mengenai representasi Indonesia pada berbagai agenda kenegaraan strategis semestinya mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kepentingan nasional.

 

Dari perspektif hukum internasional, lanjutnya, memang tidak terdapat kewajiban yang mengharuskan seorang kepala negara menghadiri pemakaman atau prosesi kenegaraan pemimpin negara lain. Namun, praktik diplomasi internasional mengenal berbagai bentuk penghormatan sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan persahabatan dan komunikasi antarpemerintah.

Baca Juga:  Wamen ATR/Waka BPN dalam Raker Bersama DPR RI: Kawasan Hutan Harus Terintegrasi dengan Tata Ruang

 

Ia menilai bahwa apabila terdapat alasan keamanan, protokol, jadwal kenegaraan, atau strategi diplomatik tertentu sehingga Presiden tidak dapat hadir secara langsung, pemerintah sebaiknya menyampaikan penjelasan secara proporsional kepada publik. Transparansi tersebut dinilai penting agar tidak muncul tafsir yang dapat memengaruhi persepsi terhadap arah politik luar negeri Indonesia.

 

Muhammad Taufik juga mengingatkan bahwa politik luar negeri Indonesia sejak awal dibangun di atas prinsip bebas dan aktif. Prinsip tersebut menuntut Indonesia mampu menjalin hubungan baik dengan seluruh negara berdasarkan kepentingan nasional, tanpa berada di bawah pengaruh blok kekuatan mana pun.

 

“Indonesia harus tetap tampil sebagai negara yang mandiri, berdaulat, dan konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Diplomasi tidak boleh hanya berorientasi menghindari tekanan, tetapi juga harus mampu membaca peluang strategis bagi kepentingan bangsa,” katanya.

 

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia merupakan modal diplomasi yang sangat penting. Modal tersebut semestinya digunakan untuk memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan dialog, perdamaian, dan kerja sama internasional, bukan sebagai alasan untuk berpihak dalam rivalitas geopolitik.

 

Ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap pemimpin negara sahabat yang wafat ataupun terhadap agenda kenegaraan penting merupakan bagian dari etika hubungan antarbangsa dan tidak otomatis dimaknai sebagai dukungan terhadap seluruh kebijakan politik negara tersebut.

 

Di akhir keterangannya, Muhammad Taufik Umar Dani Harahap berharap momentum ini menjadi bahan evaluasi bagi para perumus kebijakan luar negeri Indonesia agar setiap keputusan diplomatik benar-benar didasarkan pada kepentingan nasional, memperhatikan sejarah hubungan bilateral, memahami dinamika geopolitik global, serta menjaga martabat Indonesia sebagai negara yang disegani di dunia internasional.

 

Penulis: Adv. Muhammad Taufik Umar Dani Harahap, SH

Praktisi Hukum dan Pendiri Partai Gerindra Sumatera Utara.

 

(M.Sudirmin)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

URC Polres Dompu Buru Pemilik Barang Haram Yang Melarikan Diri Ke Bima
Warga Dusun Senamat Apresiasi PT BMA Atas Pembangunan Sumur Air Bersih
Perkuat Kepedulian Sosial, Lapas Pasir Pangaraian Bantu Kluwarga Warga Binaan 
Akhirnya Mutasi Terwujud, Bupati Dompu Melantik Ratusan Pejabat Eselon II dan III, Tunjukan Integritas dan Profesionalisme
Kerja Cepat Satreskrim Polres Pasaman Barat Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Seorang Anak Diamankan
AKBP Agung Tribawanto Pimpin Upacara Sertijab Kasat Polairud dan Kapolsek Talamau, AKP Zulfikar Dilantik Sebagai Kasiwas
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

URC Polres Dompu Buru Pemilik Barang Haram Yang Melarikan Diri Ke Bima

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Warga Dusun Senamat Apresiasi PT BMA Atas Pembangunan Sumur Air Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Lapas Pasir Pangaraian Bantu Kluwarga Warga Binaan 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Akhirnya Mutasi Terwujud, Bupati Dompu Melantik Ratusan Pejabat Eselon II dan III, Tunjukan Integritas dan Profesionalisme

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kerja Cepat Satreskrim Polres Pasaman Barat Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Seorang Anak Diamankan

Berita Terbaru