RADARMERDEKA.id | Pantai Barat (Madina), Semangat menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 terasa khidmat di Pondok Pesantren Tahfiz Baitul Qur’an, Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal. Melalui kegiatan Opening PPP (Pekan Pengenalan Pondok), para santri dan santriwati baru bersama orang tua mendapatkan pembekalan awal mengenai kehidupan di lingkungan pesantren yang sarat dengan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemilik Yayasan Pondok Pesantren H. Zulkanaen, Pimpinan Pesantren Nasrul Hamdi, Camat Lingga Bayu Adi Melferi, S.H., M.M., yang didampingi Kepala Desa Perbatasan Zamharuddin Nasution, Korwil XII Dinas Pendidikan Zainuddin Rangkuti S.PdI, Ketua MUI Kecamatan Lingga Bayu H. Abdul Aziz,Perwakilan dari Kantor KUA Rizaldi Erdin Prawira, S.Ag, perwakilan Polsek Lingga Bayu Briptu Herisanda efendi siregar , dewan guru, tenaga pendidik, para santri dan santriwati baru, serta para wali santri.
Pada kesempatan tersebut, Camat Lingga Bayu Adi Melferi, S.H., M.M. dipercaya sebagai penceramah umum dalam rangkaian Opening PPP. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh santri baru menjadikan masa belajar di pesantren sebagai momentum untuk membentuk pribadi yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah.
Mengawali tausiyahnya, Adi Melferi mengenang perjalanan hidupnya saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Menurutnya, kehidupan di pesantren telah menempa mental, membentuk karakter, serta mengajarkan arti kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar membaca kitab dan menghafal Al-Qur’an, tetapi tempat menempa jiwa, memperbaiki akhlak, melatih kemandirian, serta membangun karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Adi Melferi.
Ia menegaskan bahwa dalam tradisi pendidikan pesantren terdapat prinsip adab sebelum ilmu, sebab keberkahan ilmu akan lahir dari akhlak yang baik kepada Allah SWT, kepada guru (ta’zhim lil ustadz), kepada orang tua (birrul walidain), dan kepada sesama santri.
Menurutnya, seorang santri harus memiliki semangat thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu) dengan penuh kesungguhan, menjaga niat yang ikhlas karena Allah SWT, menghormati para asatidz, menaati tata tertib pondok, serta membiasakan diri hidup sederhana dan disiplin.
Adi Melferi juga mengingatkan bahwa para santri adalah generasi penerus umat yang kelak diharapkan menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an, dai, pemimpin, pendidik, maupun tokoh masyarakat yang membawa manfaat bagi bangsa dan agama.
Ia mengajak para santri agar memanfaatkan waktu selama berada di pondok dengan memperbanyak murojaah hafalan, memperdalam ilmu agama, menjaga ukhuwah islamiyah, serta menghindari pergaulan yang dapat mengganggu proses belajar.
Kepada para orang tua, Camat Lingga Bayu menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Baitul Qur’an sebagai tempat pendidikan putra-putri mereka.
“Keberhasilan pendidikan santri tidak hanya menjadi tanggung jawab pondok pesantren, tetapi membutuhkan sinergi antara keluarga, guru, dan lingkungan. Doa orang tua adalah kekuatan terbesar bagi anak-anak kita dalam menggapai cita-cita dunia dan akhirat,” pesannya.
Sementara itu, pihak Yayasan Pondok Pesantren Baitul Qur’an menyampaikan bahwa kegiatan Pekan Pengenalan Pondok (PPP) bertujuan memperkenalkan budaya kehidupan pesantren kepada santri baru, mulai dari tata tertib, program pendidikan, pembinaan ibadah, pembiasaan akhlak mulia, hingga penguatan karakter sebagai bekal selama menjalani proses pendidikan.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan antusias. Para santri baru tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan semangat, sementara para wali santri menyimak materi yang disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap proses pendidikan anak-anak mereka.
Melalui kegiatan Opening PPP Tahun Ajaran 2026/2027 ini diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an dan penguasaan ilmu syar’i, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, cinta tanah air, serta siap menjadi rahmat bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan di lingkungan pesantren.
(M.Sudirmin)








