RADARMERDEKA.ID | PASAMAN BARAT, Radarmerdeka.id Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Pasaman Barat menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pasaman Barat di bawah kepemimpinan Wahidul Basri dalam mempersiapkan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
GPII menilai kerja keras jajaran KONI Pasaman Barat patut mendapat perhatian publik, terutama karena persiapan kontingen dilakukan di tengah berbagai keterbatasan anggaran dan kebutuhan penyelenggaraan yang tidak sedikit.
Ketua KONI Pasaman Barat, Wahidul Basri, bersama jajaran pengurus disebut berupaya memastikan kebutuhan para atlet tetap terpenuhi. Menurut GPII, mulai dari kebutuhan tempat istirahat hingga perlengkapan dan seragam atlet terus diupayakan agar seluruh kontingen dapat berangkat dan bertanding dengan kondisi yang layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi kami, ukuran kerja organisasi bukan hanya terlihat dari besarnya anggaran, tetapi dari sejauh mana anggaran yang terbatas mampu dikelola untuk memenuhi kebutuhan atlet. Kalau dengan keterbatasan yang ada seluruh atlet tetap diperhatikan, bahkan kebutuhan dasar seperti tempat tidur dan seragam dapat dipenuhi, tentu ini merupakan kerja yang patut diapresiasi,” demikian sikap GPII Pasaman Barat.
GPII juga melihat bahwa tugas KONI tidak semata-mata mengirim atlet ke arena pertandingan. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan atlet memperoleh pelayanan, perlengkapan, akomodasi dan dukungan yang memadai selama mengikuti Porprov.
“Jangan hanya melihat hasil medali. Di balik seorang atlet yang berdiri di arena pertandingan, ada kerja panjang pengurus, pelatih, official dan berbagai pihak yang memastikan mereka bisa sampai ke sana,” lanjut pernyataan tersebut.
Pasaman Barat sendiri menyiapkan 560 atlet, official, dan pendamping untuk menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026. Persiapan tersebut dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI Pasaman Barat.
Nama Wahidul Basri juga tercatat dalam berbagai agenda koordinasi KONI Sumatera Barat bersama pimpinan KONI kabupaten dan kota se-Sumbar dalam rangka persiapan Porprov XVI. KONI Pasaman Barat juga terlibat dalam persiapan sebagai tuan rumah pertandingan arung jeram dan grasstrack.
Bagi GPII Pasaman Barat, kerja KONI di bawah kepemimpinan Wahidul Basri perlu dilihat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga daerah. Pengelolaan anggaran yang terbatas, menurut organisasi tersebut, justru menuntut kemampuan manajerial, komunikasi dan kreativitas yang lebih besar.
GPII berharap dukungan terhadap KONI tidak berhenti pada momentum Porprov. Pembinaan atlet harus dilanjutkan secara berkelanjutan, sehingga atlet Pasaman Barat tidak hanya dipersiapkan untuk satu kompetisi, tetapi memiliki jalur pembinaan menuju tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
“Prestasi olahraga tidak lahir dari tepuk tangan sesaat. Ia lahir dari pembinaan yang konsisten, pengelolaan organisasi yang sehat, perhatian kepada atlet dan keberanian pengurus bekerja dalam keterbatasan. Karena itu, kerja keras KONI Pasaman Barat patut kita kawal dan kita beri apresiasi,” tegas GPII Pasaman Barat.
GPII juga mengajak masyarakat memberikan dukungan moral kepada seluruh atlet Pasaman Barat yang akan berlaga. Sebab, ketika para atlet membawa nama daerah ke arena Porprov, mereka bukan hanya membawa nama KONI atau cabang olahraga masing-masing, tetapi membawa nama Pasaman Barat.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet Pasaman Barat. Berjuang dengan sportivitas, pulang membawa prestasi dan kebanggaan untuk daerah.”
#(Eka Saputra)#








