RADARMERDEKA.ID | BUNGO ( JAMBI ), Warga Dusun Senamat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, secara resmi membantah berbagai tuduhan yang menyebutkan PT.BMA (Bungo Makmur Abadi) PT.Brondol membuang limbah ke aliran Sungai Batang Senamat. Warga justru menegaskan bahwa kerusakan sungai yang terjadi selama ini murni akibat maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Masyarakat turun dan melihat langsung di kawasan Pabrik PT.BMA dan tidak melihat adanya aktivitas Perusahaan membuang Limbah ke aliran sungai batang Senamat
Yang terlihat kondisi aliran sungai keruh akibat aktivitas PETI yang mengunakan Alat berat Jenis Eksavator.
Pernyataan bersama yang disampaikan warga Senamat, mereka menyatakan:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak melihat jika aliran sungai tercemar dari limbah pabrik PT. BMA Bungo Makmur Abadi / PT.Brondol. Yang kami lihat rusaknya aliran Sungai Batang Senamat akibat dari banyaknya aktivitas PETI yang beroperasi di aliran Batang Senamat.”
Warga juga mengakui keberadaan PT.BMA membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat setempat. Hampir 90% tenaga kerja di perusahaan tersebut berasal dari warga Dusun Senamat.
“Semenjak adanya PT.BMA (Bungo Makmur Abadi ) atau PT.Brondol, sangat mengandung manfaat bagi warga Senamat. Hampir 90% tenaga kerja berasal dari warga Senamat, dan itu sudah dipastikan ratusan pengangguran selama ini terselamatkan dengan adanya PT.BMA,” ungkap perwakilan warga.
Pihak PT BMA Juga Memngatakan Hal yang sama bahwa tuduhan itu tidak lah benar,karena pihak PT.BMA tidak ada membuang Limbah pabrik ke Aliran sungai batang senamat,karena Kolam penampungan Limbah sudah di sediakan sesuai Aturan.
“Kami tidak pernah membung limbah dengan sengaja ke aliran sungai Batang senamat,seperti sama sama kita ketahui pihak PT.BMA sudah menyediakan Kolam tempat penampungan Limbah sesuai aturan.”ujar pihak PT.BMA
Oleh karena itu, warga meminta kepada instansi terkait agar tidak mudah termakan berita-berita yang menyudutkan PT.BMA tanpa adanya fakta dan data yang akurat.
“Kami juga minta kepada instansi terkait agar jangan terlalu menanggapi berita-berita yang menyudutkan PT.BMA,” tegas warga.
Warga berharap pihak berwenang justru lebih fokus menindak tegas pelaku PETI yang terbukti merusak lingkungan dan mencemari aliran Sungai Batang Senamat, bukan malah menyasar perusahaan yang memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.
(Hendra)#








