Kisruh Warga Dua Dusun di Desa Mbawi, Mampu di Redam Timsus Polsek Dompu

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RADARMERDEKA.ID | DOMPU (NTB), Jajaran Polsek Dompu bergerak cepat meredam keributan yang melibatkan warga Dusun Owo dan Dusun Ragi, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Perselisihan yang diduga bermula saat berlangsungnya hiburan organ tunggal tersebut sempat berkembang menjadi perkelahian antarkelompok warga.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi yang berpotensi memicu konflik lanjutan itu berhasil dikendalikan setelah Kapolsek Dompu IPDA Sarbani bersama personel piket mendatangi lokasi dan melakukan langkah pengamanan serta pendekatan kepada masyarakat.

 

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, keributan bermula ketika seorang warga Dusun Ragi berinisial M (sekitar 17 tahun) naik ke atas panggung untuk berjoget. Polisi menyebut yang bersangkutan diduga berada dalam pengaruh minuman keras dan cara berjogetnya dinilai sejumlah pemuda Dusun Owo mengganggu jalannya acara.

Teguran kemudian disampaikan agar kegiatan berlangsung tertib. Namun, teguran tersebut diduga berujung pada adu mulut yang kemudian berkembang menjadi aksi pemukulan terhadap salah seorang pemuda Dusun Owo.

 

Situasi selanjutnya memanas. Warga dari kedua dusun berdatangan ke lokasi hingga terjadi perkelahian dan aksi saling serang. Setelah kejadian tersebut, warga dari masing-masing dusun sempat berkumpul di wilayahnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

 

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka. Dari Dusun Owo, terdapat dua warga yang tercatat sebagai korban, yakni Julkarnain (35) dan Rian (23). Sementara dari Dusun Ragi, korban yang tercatat yakni Tono (30), Hermansyah (sekitar 38), serta M (sekitar 17).

 

Mengetahui adanya keributan tersebut, Kapolsek Dompu IPDA Sarbani bersama anggota piket segera mendatangi wilayah Dusun Owo dan Dusun Ragi. Polisi memberikan imbauan agar warga menahan diri, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta tidak mengambil langkah balasan yang berpotensi memperluas konflik.

Sekitar pukul 19.40 WITA, personel Polsek Dompu mengamankan pihak-pihak yang terlibat dan membawa mereka ke Mako Polsek Dompu. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan situasi sekaligus memberikan ruang bagi proses penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Setelah seluruh pihak berada di Mako Polsek Dompu, proses komunikasi dan penyelesaian kemudian dilakukan. Kapolsek Dompu bersama Bhabinkamtibmas Desa Mbawi serta tokoh dari Dusun Ragi dan Dusun Owo memfasilitasi pertemuan kedua pihak.

 

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan dan mencari jalan keluar secara bersama-sama. Proses berlangsung dalam suasana yang terkendali hingga akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Baca Juga:  Pemprov DKI Jakarta Beri Penghargaan kepada Kementerian ATR/BPN atas Percepatan Pengamanan Aset

 

Sekitar pukul 21.50 WITA, kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang disepakati kedua belah pihak. Kapolsek Dompu IPDA Sarbani mengatakan, kepolisian mengapresiasi sikap kedua pihak yang memilih mengakhiri persoalan melalui musyawarah dan berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi kedua belah pihak yang memilih menahan diri dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Yang paling penting setelah adanya kesepakatan ini adalah tidak ada lagi aksi balasan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi,” ujar IPDA Sarbani.

 

Menurutnya, kepolisian tidak menginginkan persoalan yang berawal dari gesekan antarindividu berkembang menjadi konflik antarkelompok atau antarwilayah. Karena itu, langkah pengamanan dan komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali.

 

Polsek Dompu juga melakukan langkah antisipasi dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dari kedua dusun. Bhabinkamtibmas Desa Mbawi diarahkan untuk terus melakukan sambang dan pemantauan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya kembali gesekan.

 

IPDA Sarbani mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tidak melakukan aksi main hakim sendiri maupun tindakan balasan.

“Kalau ada persoalan, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan mengambil tindakan sendiri karena dapat memperbesar masalah. Mari kita jaga bersama keamanan Desa Mbawi dan menghormati kesepakatan damai yang sudah dibuat,” tegasnya.

 

Kesepakatan damai yang tercapai pada malam itu menjadi titik penting dalam meredakan ketegangan antara warga Dusun Owo dan Dusun Ragi. Kepolisian tetap melakukan pemantauan sebagai langkah pencegahan agar situasi yang telah kondusif tidak kembali memanas.

 

Polsek Dompu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika konflik terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan, komunikasi, dan penguatan hubungan dengan seluruh elemen masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Dompu, dan di himbau masyarakat dua dusun agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum serta memblokir jalan, karena akan menghalangi kepentingan orang banyak, pungkas Kasi Humas Polres Dompu Iptu Nyoman Suardika.

(Rdw/Ddo)#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.
Kapolsek Lingga Bayu Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba di Tengah Sosialisasi Penutupan Tambang
Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh
Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi
Ditjen PTPP Gelar Rakor Penyusunan Buku Pedoman Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan
Ditjen PTPP Gelar Evaluasi Kinerja Kegiatan Triwulan II Tahun 2026
Ditjen PTPP Fasilitasi Diskusi Permasalahan Bidang Tanah Pembangunan LRT di Kuningan Barat
Ditjen PTPP Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Tanah Tol Kamal Muara – Teluknaga – Rajeg
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kapolsek Lingga Bayu Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba di Tengah Sosialisasi Penutupan Tambang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:42 WIB

Ditjen PTPP Gelar Rakor Penyusunan Buku Pedoman Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan

Berita Terbaru

Uncategorized

Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi

Jumat, 14 Agu 2026 - 04:43 WIB