RADARMERDEKA.ID | BUNGO (JAMBI), Ormas GEMPUR (Gerakan Muda Peduli Urusan Rakyat) meminta agar rencana pembangunan gedung baru Pasar Atas Kabupaten Bungo tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan karakter masyarakat yang nantinya menjadi pengguna pasar tersebut. Kamis 13 Agustus 2026.
Ketua Ormas GEMPUR, Mustakim, S.Sos, meminta pemerintah melibatkan tenaga ahli antropologi maupun ahli sosial masyarakat sejak tahap perencanaan pembangunan.
Menurut Mustakim, pembangunan gedung baru harus didasarkan pada kajian yang komprehensif mengenai pola aktivitas masyarakat, kebiasaan berbelanja, kebutuhan pedagang, akses konsumen, serta kondisi sosial dan ekonomi di sekitar kawasan pasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai kita membangun gedung baru dengan anggaran yang besar, tetapi setelah selesai justru tidak digunakan atau tidak diminati masyarakat. Kita ingin pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menghasilkan bangunan yang megah,” tegas Mustakim.
Ia menilai, keterlibatan ahli antropologi dapat membantu pemerintah memahami bagaimana masyarakat berinteraksi dengan pasar serta faktor sosial dan budaya yang memengaruhi perilaku pedagang maupun pembeli.
GEMPUR juga mendorong pemerintah melakukan kajian kebutuhan dan konsultasi publik dengan melibatkan pedagang, konsumen, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang selama ini beraktivitas di kawasan Pasar Atas.
“Yang akan menggunakan pasar ini adalah masyarakat. Karena itu, suara masyarakat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan konsep gedung baru. Jangan sampai desainnya bagus menurut perencana, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Mustakim.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari selesainya proyek dan berdirinya gedung baru. Pemerintah juga harus memastikan pasar tersebut hidup, ramai, nyaman, mudah diakses, dan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Mustakim menegaskan bahwa GEMPUR mendukung pembangunan gedung baru Pasar Atas sepanjang proses perencanaannya dilakukan secara matang, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai setelah gedung berdiri, masyarakat justru tidak mau menempatinya. Kita harus belajar dari pengalaman berbagai fasilitas publik. Bangunan boleh megah, tetapi yang paling penting adalah apakah masyarakat mau menggunakan dan merawatnya,” pungkas Mustakim, S.Sos, Ketua Ormas GEMPUR.
(HENDRA)








