Tujuh Bulan Usai Dibangun, Jalan Rabat Beton Pangaribuan Ampolu Dolok Sordang Rp1,2 Miliar Hancur, PUPR Belum Beri Penjelasan

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RADARMERDEKA.id|Tapanuli Selatan, Proyek Peningkatan Jalan Pangaribuan–Ampolu–Dolok Sordang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang menelan anggaran Rp1.204.560.000 dari APBD Tahun Anggaran 2025, menjadi sorotan setelah kondisi fisik jalan dilaporkan mengalami kerusakan parah hanya hitungan bulan sejak pekerjaan dilaksanakan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dihimpun redaksi, pada sejumlah titik ruas jalan rabat beton tersebut ditemukan retakan memanjang, patahan pada badan jalan, kerusakan di bagian tepi rabat beton, hingga permukaan beton yang mulai hancur. Di beberapa lokasi bahkan terlihat terkelupas dan badan jalan mengalami penurunan yang berpotensi mengurangi kekuatan struktur konstruksi.

 

Paket pekerjaan tersebut merupakan proyek Peningkatan Jalan Pangaribuan–Ampolu–Dolok Sordang Kecamatan Sipirok. Berdasarkan dokumen pengadaan, pekerjaan memiliki pagu anggaran Rp1.204.560.000, sedangkan nilai kontrak hasil negosiasi sebesar Rp1.189.502.568,65. Spesifikasi pekerjaan berupa jalan rabat beton lebar 4 meter yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun Anggaran 2025.

 

Dokumen uraian singkat pekerjaan juga menunjukkan paket tersebut berada di bawah tanggung jawab PPK Bidang Konstruksi Bina Marga II Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan

 

Hasil dokumentasi lapangan memperlihatkan kerusakan yang dinilai terjadi jauh lebih cepat dibandingkan umur layanan konstruksi yang semestinya. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai mutu pelaksanaan pekerjaan, kualitas material, pengendalian mutu selama pelaksanaan, hingga efektivitas pengawasan teknis.

 

Seorang warga setempat, Samsul Sihombing, mengaku kecewa melihat kondisi jalan yang baru selesai dibangun namun sudah mengalami kerusakan.

 

“Kami sangat menyayangkan kondisi jalan ini. Belum lama selesai dikerjakan, sekarang sudah banyak yang retak, pecah, bahkan mulai hancur terkelupas. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya dan menjelaskan penyebab kerusakan tersebut,” ujar Samsul Sihombing.

Baca Juga:  Polsek Kota Dompu Menciduk 2 Orang Pelaku Pengeroyokan, dan 4 Orang Pelaku Lain Masih Dalam Pengejaran

 

Menurut Samsul, masyarakat berharap penggunaan anggaran daerah benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas karena jalan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga.

 

Sebelum berita ini diterbitkan, redaksi telah menyampaikan permintaan klarifikasi dan konfirmasi kepada PPK Bidang Bina Marga II Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan, Andri Agusman, ST, guna memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, mekanisme pengawasan, serta langkah yang akan ditempuh terhadap kerusakan yang ditemukan di lapangan.

 

Namun, hingga berita ini ditayangkan, Andri Agusman, ST selaku PPK Bina Marga II belum memberikan tanggapan ataupun jawaban resmi atas permintaan klarifikasi tersebut.

 

Kondisi tersebut dinilai penting untuk dijelaskan kepada publik mengingat proyek dibiayai dari APBD dan seharusnya memenuhi standar mutu sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.

 

Apabila kerusakan terjadi dalam waktu singkat setelah pekerjaan selesai, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan, pengawasan, serta pemenuhan kewajiban masa pemeliharaan oleh penyedia jasa.

( Tunggul Htg )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.
Kapolsek Lingga Bayu Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba di Tengah Sosialisasi Penutupan Tambang
Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh
Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi
Ditjen PTPP Gelar Rakor Penyusunan Buku Pedoman Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan
Ditjen PTPP Gelar Evaluasi Kinerja Kegiatan Triwulan II Tahun 2026
Ditjen PTPP Fasilitasi Diskusi Permasalahan Bidang Tanah Pembangunan LRT di Kuningan Barat
Ditjen PTPP Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Tanah Tol Kamal Muara – Teluknaga – Rajeg
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kapolsek Lingga Bayu Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba di Tengah Sosialisasi Penutupan Tambang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:42 WIB

Ditjen PTPP Gelar Rakor Penyusunan Buku Pedoman Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan

Berita Terbaru

Uncategorized

Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi

Jumat, 14 Agu 2026 - 04:43 WIB