Kepala SDN 5 Margadadi Buka Suara Soal Polemik Uang Kas Kelas: Siap Evaluasi, Tegaskan Tak Ada Pungutan Resmi Sekolah

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARMERDEKA.ID | Indramayu – Polemik penggunaan uang kas kelas di SDN 5 Margadadi yang sempat menuai sorotan dari sejumlah wali murid akhirnya mendapat tanggapan dari pihak sekolah. Kepala SDN 5 Margadadi menegaskan bahwa iuran tersebut bukan merupakan pungutan resmi yang ditetapkan sekolah, melainkan hasil kesepakatan paguyuban orang tua siswa di masing-masing kelas.

 

Ia menjelaskan, sekolah tidak pernah mengeluarkan surat keputusan maupun instruksi yang mewajibkan setiap wali murid membayar uang kas. Menurutnya, setiap bentuk iuran yang disepakati oleh orang tua merupakan tanggung jawab paguyuban kelas dan harus dijalankan secara sukarela, transparan, serta berdasarkan musyawarah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami tegaskan bahwa sekolah tidak pernah menginstruksikan adanya pungutan uang kas. Jika ada iuran di kelas, itu merupakan kesepakatan orang tua siswa, bukan kebijakan sekolah,” ujar kepala sekolah.

 

Meski demikian, ia mengaku telah menerima informasi mengenai adanya keberatan dari sebagian wali murid terkait penggunaan dana tersebut. Karena itu, pihak sekolah akan memanggil wali kelas, koordinator kelas (korlas), serta perwakilan orang tua untuk meminta penjelasan sekaligus mengevaluasi mekanisme yang selama ini berjalan.

 

“Kami tidak ingin persoalan ini terus menimbulkan kesalahpahaman. Semua pihak akan kami dudukkan bersama agar ada penjelasan yang terbuka dan solusi yang baik,” katanya.

 

Menurutnya, sekolah juga akan memastikan tidak ada praktik yang bertentangan dengan ketentuan mengenai pendanaan pendidikan, termasuk iuran yang bersifat memaksa atau menjadi syarat bagi siswa untuk memperoleh layanan pendidikan.

 

“Kalau memang ditemukan kekeliruan dalam pelaksanaannya, tentu akan kami benahi. Prinsipnya, sekolah ingin menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

 

Baca Juga:  Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.

Kepala sekolah mengajak seluruh wali murid untuk menyampaikan keberatan atau masukan secara langsung kepada pihak sekolah agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan melalui kesalahpahaman yang berkepanjangan.

 

Sebelumnya, sejumlah wali murid mempertanyakan penggunaan uang kas kelas yang disebut dipakai untuk memenuhi sejumlah kebutuhan di lingkungan sekolah. Mereka meminta adanya keterbukaan mengenai pengelolaan dana tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

 

Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat memberikan penjelasan kepada publik sekaligus menjadi langkah awal untuk memperbaiki komunikasi antara sekolah, wali murid, dan paguyuban kelas demi terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.
Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh
Saling Lapor Memanas, Haji Aman dan Putranya Tantang Proses Hukum Dibuka Terang: Jangan Ada Tebang Pilih, Jangan Ada yang Kebal
Tidak Di Temukan Papan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Maupun Dokumen Sah Di lokasi Galian  Batu Gunung Milik H.leman Ibrahim.
Ketua Ormas GEMPUR Mendukung Pembangunan Gedung Baru Pasar Atas Sepanjang Proses Perencanaannya Dilakukan Secara Matang, Transparan, Dan Berorientasi Pada Kepentingan Masyarakat.
Galian C Ilegal Di Muaro Batang Senamat Pelepat Ilir Diduga Milik Tih,Gunakan Asbuk dan Alat Berat Eksavator.
Ketua BPD Dusun Senamat Diduga Sebut Salah Satu Oknum TNI Pemilik Alat Berat Exsavator Di Lokasi Miliknya Untuk Tambang Emas Tampa Izin.
Dugaan Perubahan Identitas untuk Pengurusan Izin Tinggal di Swiss Jadi Sorotan, Aparat Didesak Buka Fakta dan Usut Tuntas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Saling Lapor Memanas, Haji Aman dan Putranya Tantang Proses Hukum Dibuka Terang: Jangan Ada Tebang Pilih, Jangan Ada yang Kebal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:04 WIB

Tidak Di Temukan Papan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Maupun Dokumen Sah Di lokasi Galian  Batu Gunung Milik H.leman Ibrahim.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Ketua Ormas GEMPUR Mendukung Pembangunan Gedung Baru Pasar Atas Sepanjang Proses Perencanaannya Dilakukan Secara Matang, Transparan, Dan Berorientasi Pada Kepentingan Masyarakat.

Berita Terbaru

Uncategorized

Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi

Jumat, 14 Agu 2026 - 04:43 WIB