“Buat Proyek” Jadi Alasan, Jeriken BBM Diduga Bebas Keluar dari SPBU Panyindangan, Publik Minta Aparat Turun Tangan

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARMERDEKA.id_, INDRAMAYU, Dugaan penyimpangan distribusi BBM kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken di SPBU Panyindangan yang diduga berlangsung tanpa pengawasan ketat. Sejumlah warga mempertanyakan bagaimana kendaraan bermuatan jeriken bisa melakukan pengisian BBM dan keluar begitu saja dari area SPBU.

 

Di tengah sorotan tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai kurir pengangkut BBM memberikan jawaban singkat saat dimintai keterangan. “Saya cuma kurir, Pak. Ini buat proyek,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pernyataan itu bukannya meredam pertanyaan, justru memantik tanda tanya yang lebih besar. Proyek apa yang dimaksud? Di mana lokasinya? Apakah proyek tersebut memiliki dokumen resmi dan rekomendasi yang memperbolehkan pembelian BBM menggunakan jeriken? Ataukah alasan “buat proyek” hanya menjadi tameng untuk menutupi praktik yang sebenarnya?

 

Warga menilai, alasan proyek tidak bisa dijadikan pembenaran apabila prosedur pengambilan BBM tidak dipenuhi. Sebab BBM, khususnya yang bersubsidi, merupakan barang yang diawasi ketat dan penggunaannya diatur oleh negara. Setiap liter yang keluar harus dapat dipertanggungjawabkan peruntukannya.

 

Yang lebih menjadi sorotan adalah dugaan lemahnya pengawasan. Apabila benar jeriken-jeriken tersebut dapat terisi dan keluar dari area SPBU tanpa pemeriksaan administrasi yang memadai, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana sistem pengawasan dijalankan di lapangan.

 

“Kalau memang legal, tunjukkan izin dan rekomendasinya. Kalau tidak ada, wajar masyarakat curiga. Jangan sampai BBM subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat kecil justru mengalir ke pihak-pihak yang tidak berhak,” kata seorang warga.

 

Praktik penyalahgunaan BBM subsidi bukan persoalan sepele. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, tindakan tersebut juga dapat menyebabkan berkurangnya kuota BBM bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tidak sedikit kasus penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM yang berawal dari pengumpulan menggunakan jeriken.

Baca Juga:  Rajudin Sagala Bantu Pasien Operasi Caesar di RS Medan

 

Secara hukum, penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi memiliki ancaman pidana yang tidak ringan. Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 mengatur ancaman pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar bagi pelaku yang terbukti melanggar.

 

Karena itu, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas, serta instansi terkait untuk tidak sekadar menunggu laporan, melainkan turun langsung melakukan pemeriksaan. Mulai dari identitas pengangkut, legalitas proyek yang disebutkan, dokumen pembelian BBM, hingga mekanisme pengawasan di SPBU perlu ditelusuri secara menyeluruh.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Panyindangan terkait dugaan aktivitas tersebut. Sementara itu, publik masih menunggu jawaban atas satu pertanyaan mendasar: benarkah BBM itu untuk proyek yang sah, atau justru ada praktik lain yang bersembunyi di balik alasan “buat proyek”?

 

Catatan: Informasi ini masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Semua pihak tetap harus dianggap tidak bersalah sampai ada hasil pemeriksaan resmi dan fakta hukum yang membuktikannya.

(Kusnadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Kasih Ruang! Panyindangan Kulon Ditegaskan Bersih dari Peredaran Obat Tipe G
Puluhan Pelanggar Terjaring Razia Gabungan di Terminal Sindang, Satlantas Polres Indramayu Tegaskan Jalan Raya Bukan Tempat Abaikan Aturan
Rajudin Sagala Bantu Pasien Operasi Caesar di RS Medan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:11 WIB

Jangan Kasih Ruang! Panyindangan Kulon Ditegaskan Bersih dari Peredaran Obat Tipe G

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18 WIB

Puluhan Pelanggar Terjaring Razia Gabungan di Terminal Sindang, Satlantas Polres Indramayu Tegaskan Jalan Raya Bukan Tempat Abaikan Aturan

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:41 WIB

“Buat Proyek” Jadi Alasan, Jeriken BBM Diduga Bebas Keluar dari SPBU Panyindangan, Publik Minta Aparat Turun Tangan

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:20 WIB

Rajudin Sagala Bantu Pasien Operasi Caesar di RS Medan

Berita Terbaru

Uncategorized

Dua Pelaku Pencurian Kabel PLN di Bungkam Tim URC Polres Dompu

Sabtu, 20 Jun 2026 - 04:40 WIB