Geger! Diduga Oknum Guru SD Gelapkan Sebagian Tabungan Siswa, Wali Murid Meradang: Dana untuk Persiapan Hajatan Pun Tak Kunjung Dibagikan

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARMERDEKA.ID | Indramayu – Dugaan penggelapan sebagian uang tabungan siswa di salah satu sekolah dasar mengundang kemarahan para wali murid. Dana yang selama ini dikumpulkan sedikit demi sedikit oleh para siswa diduga tidak dapat dicairkan sebagaimana mestinya, sehingga memicu keresahan dan tuntutan agar persoalan tersebut segera diusut secara terbuka.

 

Tabungan siswa yang sejatinya menjadi hak anak dan dititipkan kepada pihak sekolah untuk dikelola dengan aman diduga mengalami penyimpangan. Akibatnya, sejumlah wali murid mengaku mengalami kerugian karena uang yang telah mereka nantikan hingga kini belum juga dibagikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tersebut mengarah kepada seorang oknum guru yang selama ini dipercaya mengelola tabungan siswa. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai total dana yang diduga belum disalurkan maupun penyebab terjadinya persoalan tersebut.

 

Kekecewaan para wali murid semakin memuncak karena sebagian dari mereka telah merencanakan penggunaan uang tabungan tersebut untuk berbagai kebutuhan keluarga.

 

“Kami sangat kecewa. Tabungan itu bukan uang sedikit, kami menyisihkan sedikit demi sedikit untuk anak. Bahkan ada orang tua yang sudah menyiapkan uang tabungan itu untuk kebutuhan hajatan keluarga, tapi sampai sekarang tidak juga dibagikan. Kami hanya ingin hak anak-anak kami dikembalikan,” ujar salah seorang wali murid.

 

 

 

Wali murid lainnya meminta pihak sekolah tidak menutup-nutupi persoalan tersebut. Mereka mendesak agar seluruh data tabungan siswa dibuka secara transparan, termasuk bukti setoran, pembukuan, dan saldo yang seharusnya diterima masing-masing siswa.

 

Masyarakat juga meminta Dinas Pendidikan segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan tabungan siswa. Menurut mereka, persoalan ini tidak cukup diselesaikan secara internal karena menyangkut amanah dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Baca Juga:  Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.

 

Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya unsur penyalahgunaan atau penggelapan, aparat penegak hukum diminta segera mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar memberikan kepastian hukum sekaligus efek jera bagi pihak yang terbukti bersalah.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap dana yang dititipkan oleh siswa dan orang tua merupakan amanah yang wajib dikelola secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan keuangan di lingkungan sekolah harus diawasi secara ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun guru yang diduga terkait belum memberikan keterangan resmi. Media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan dan memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

 

Catatan: Pemberitaan ini menggunakan frasa “diduga” karena belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap. Semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses pemeriksaan oleh pihak berwenang selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.
Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh
Saling Lapor Memanas, Haji Aman dan Putranya Tantang Proses Hukum Dibuka Terang: Jangan Ada Tebang Pilih, Jangan Ada yang Kebal
Tidak Di Temukan Papan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Maupun Dokumen Sah Di lokasi Galian  Batu Gunung Milik H.leman Ibrahim.
Ketua Ormas GEMPUR Mendukung Pembangunan Gedung Baru Pasar Atas Sepanjang Proses Perencanaannya Dilakukan Secara Matang, Transparan, Dan Berorientasi Pada Kepentingan Masyarakat.
Galian C Ilegal Di Muaro Batang Senamat Pelepat Ilir Diduga Milik Tih,Gunakan Asbuk dan Alat Berat Eksavator.
Ketua BPD Dusun Senamat Diduga Sebut Salah Satu Oknum TNI Pemilik Alat Berat Exsavator Di Lokasi Miliknya Untuk Tambang Emas Tampa Izin.
Dugaan Perubahan Identitas untuk Pengurusan Izin Tinggal di Swiss Jadi Sorotan, Aparat Didesak Buka Fakta dan Usut Tuntas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Warga Dusun Senamat Keluhkan Aliran Sungai Batang Senamat Keruh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Saling Lapor Memanas, Haji Aman dan Putranya Tantang Proses Hukum Dibuka Terang: Jangan Ada Tebang Pilih, Jangan Ada yang Kebal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:04 WIB

Tidak Di Temukan Papan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Maupun Dokumen Sah Di lokasi Galian  Batu Gunung Milik H.leman Ibrahim.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Ketua Ormas GEMPUR Mendukung Pembangunan Gedung Baru Pasar Atas Sepanjang Proses Perencanaannya Dilakukan Secara Matang, Transparan, Dan Berorientasi Pada Kepentingan Masyarakat.

Berita Terbaru

Uncategorized

Dirjen PTPP Terima Audiensi Kohkantah Probangsi dan Kohkarssi

Jumat, 14 Agu 2026 - 04:43 WIB