Kasus Dugaan Dana Haji Rp.1.7 Miliar, Forum Mahasiswa Peduli Rohul Bertindak

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

RADARMERDEKA.id | ROKAN HULU, Forum Mahasiswa Peduli Rokan Hulu (FMP) Rohul resmi melaporkan dugaan korupsi dana haji senilai Rp 1,7 Miliar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu, laporan diserahkan langsung ole perwakilan FMP Rohul, Jumat (26/6/2026) Sekitar Jam 14:30 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Langkah hukum ini dilakukan terkait adanya dari temuan selisih anggaran yang tidak wajar dalam pengelolaan dana haji oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Bag Kesra) Kabulpaten Rokan Hulu, Ujar Hasbul Hardi Kepada Sejumlah Wartawan Usai keluar dari Kantor Kejari Rohul, Jumat (26/6/26) Sore

 

Menurut Hasbul yang didampingi beberapa temannya memaparkan bahwa “Dana haji adalah amanah suci umat, yaitu uang jemaah bukan untuk memperkaya diri, tapi diamanahkan namun dana Senilai Rp 1,7 Miliar itu diduga raib entah kemana jadi harus dipertanggung jawabkan,”Kami tidak akan tinggal diam sampai Kejari Rohul mengusut dugaan Penyelewengen anggaran itu hingga tuntas!”Ujarnya dengan nada lantang

 

“Adapun yang FMP laporkan adalah, Pertama Dugaan Kerugian Negara: Selisih Anggaran Rp1,7 Miliar, Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji diduga diselewengkan”Yang kedua Fakta yang Terungkap terkait ditemukan selisih anggaran sebesar Rp 1,7 Miliar

 

FMP menilai bahwa Pengelolaan dana haji tidak transparan dan tidak akuntabel diduga ada Indikasi mark-up dan penyalahgunaan wewenang dan ini berpotensi merugikan keuangan negara dan calon jemaah haji

 

Ketiga : Pihak yang Bertanggung Jawab,Bagian Kesejahteraan Rakyat Rokan Hulu, sebagai instansi yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan penggunaan dana haji, Setiap kerugian negara dalam pengelolaan dana haji adalah tanggung jawab mutlak instansi tersebut dan harus dipertanggung jawabkan secara hukum dan moral.

Baca Juga:  Panitia A Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus Laksanakan Pemeriksaan Tanah di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae.

 

Ke empat Dampak yang Dirasakan oleh Jemaah adalah Kualitas layanan haji menjadi terganggu dan Hak jemaah tidak terpenuhi secara optimal dalam hal ini Kepercayaan masyarakat semakin menurun, Selain itu Kerugian finansial yang seharusnya untuk kepentingan jemaah

 

“Oleh sebab itu Kami FMP Rohul mendesak Kejari Rokan Hulu untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana haji senilai Rp1,7 Miliar

 

Periksa dan proses hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab, khususnya Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Rokan Hulu serta Kembalikan hak dan keadilan bagi seluruh jemaah haji Rokan Hulu.

 

“Kami FMP Rohul hadir dengan semangat Awasi, Suarakan dan Lawan Korupsi.! kami mendesak agar Kejari Rohul bekerja profesional, transparan, berintegritas, dan berkeadilan. Jangan sampai amanah suci ini dikhianati

 

Hari itu juga Laporan pengaduan (Lapdu) telah diterima dan dicatat oleh pihak Kejari Rokan Hulu. FMP Rohul akan terus mengawal proses hukum ini hingga ada penetapan tersangka.” Pungkasnya.

(Sungkno)

 

Sumber : FMP Rohul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Kades Sontang Zulfahrianto Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai
Jumnas XII 3926 Bergulir di Cibubur, Bupati Anton Turut Hadir
Aktivitas PETI Terbuka di Jalan Sungai Buluh Candika, Rimbo Tengah: Instansi Diduga Tutup Mata, Beroperasi Dekat Masjid
Tambang Emas “Lubang Tikus” di Limbur Beroperasi Lama, Diduga Tak Tersentuh Hukum
Aktivitas PETI Merajalela Di Wilayah Tanjung Menanti, Pinggiran Kota Bungo
Kelompok Tani Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Sei Mahato, Kembali Bangkit Tanam Pohon Penghijauan
Ketua DPRD Provinsi Jambi M.Hafiz Mengakui, Penertiban Tambang ILegal Bukan Persoalan Sederhana Dan Membutuhkan Keterlibatan Seluruh Pihak.
Aliran Sungai Batang Asam Jernih Dan Bersih Patut Di Apresiasi Oleh Pemerintah Daerah Bungo Dan Patut Dijadikan Contoh Bagi Desa lainnya.
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Kades Sontang Zulfahrianto Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:03 WIB

Jumnas XII 3926 Bergulir di Cibubur, Bupati Anton Turut Hadir

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:39 WIB

Aktivitas PETI Terbuka di Jalan Sungai Buluh Candika, Rimbo Tengah: Instansi Diduga Tutup Mata, Beroperasi Dekat Masjid

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:47 WIB

Tambang Emas “Lubang Tikus” di Limbur Beroperasi Lama, Diduga Tak Tersentuh Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Aktivitas PETI Merajalela Di Wilayah Tanjung Menanti, Pinggiran Kota Bungo

Berita Terbaru

Uncategorized

Jumnas XII 3926 Bergulir di Cibubur, Bupati Anton Turut Hadir

Sabtu, 15 Agu 2026 - 05:03 WIB