Pemberantasan Korupsi Dinilai Belum Menyentuh Akar Masalah, Publik Dorong Penguatan Pencegahan dan Reformasi Sistem

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

RADARMERDEKA.ID | JAKARTA, Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia terus menjadi sorotan publik. Meski berbagai operasi penindakan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, serta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri, praktik korupsi dinilai masih menjadi tantangan serius yang belum sepenuhnya dapat ditekan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) dan pengungkapan perkara kembali dilakukan, menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi masih terus berjalan.

 

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas strategi pemberantasan korupsi. Banyak kalangan menilai bahwa keberhasilan penindakan perlu diimbangi dengan penguatan aspek pencegahan, reformasi birokrasi, peningkatan transparansi anggaran, serta pengawasan internal yang lebih kuat di seluruh lembaga negara.

 

Berdasarkan tugas dan kewenangannya, KPK menjalankan strategi pemberantasan korupsi melalui tiga pendekatan utama, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pemerintahan yang bersih sekaligus meningkatkan budaya antikorupsi di masyarakat.

 

Sejumlah pengamat hukum berpendapat bahwa keberhasilan operasi penegakan hukum tidak cukup hanya diukur dari banyaknya tersangka yang ditangkap. Yang lebih penting adalah sejauh mana praktik korupsi dapat dicegah agar tidak terus berulang melalui pembenahan tata kelola pemerintahan, digitalisasi pelayanan publik, serta penguatan integritas aparatur negara.

 

Seorang warga Jakarta, Ahmad (45), berharap pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada penindakan. “Masyarakat tentu mengapresiasi aparat yang bekerja mengungkap kasus. Namun yang paling diharapkan adalah sistem yang mampu mencegah korupsi sejak awal sehingga uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, masyarakat juga berharap sinergi antara KPK, Kejaksaan Agung, Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) semakin diperkuat agar upaya pemberantasan korupsi berjalan secara terpadu, profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga:  Kepala Kantor Pertanahan Kudus Pimpin Apel Pagi Tegaskan Komitmen Dukung Peningkatan Kinerja dan Layanan

 

Pakar tata kelola pemerintahan menilai bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi memerlukan komitmen seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat sipil. Penegakan hukum yang konsisten, disertai penguatan sistem pengawasan dan pendidikan antikorupsi, dinilai menjadi fondasi penting untuk menurunkan angka korupsi secara berkelanjutan.

 

Dengan demikian, tantangan terbesar pemberantasan korupsi di Indonesia bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga membangun sistem pemerintahan yang mampu menutup setiap celah penyalahgunaan kewenangan. Harapan publik adalah terciptanya tata kelola negara yang bersih, berintegritas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

 

(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarmerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

URC Polres Dompu Buru Pemilik Barang Haram Yang Melarikan Diri Ke Bima
Warga Dusun Senamat Apresiasi PT BMA Atas Pembangunan Sumur Air Bersih
Perkuat Kepedulian Sosial, Lapas Pasir Pangaraian Bantu Kluwarga Warga Binaan 
Akhirnya Mutasi Terwujud, Bupati Dompu Melantik Ratusan Pejabat Eselon II dan III, Tunjukan Integritas dan Profesionalisme
Kerja Cepat Satreskrim Polres Pasaman Barat Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Seorang Anak Diamankan
AKBP Agung Tribawanto Pimpin Upacara Sertijab Kasat Polairud dan Kapolsek Talamau, AKP Zulfikar Dilantik Sebagai Kasiwas
Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu, Biaya, dan Tenaga
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

URC Polres Dompu Buru Pemilik Barang Haram Yang Melarikan Diri Ke Bima

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Warga Dusun Senamat Apresiasi PT BMA Atas Pembangunan Sumur Air Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Lapas Pasir Pangaraian Bantu Kluwarga Warga Binaan 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Akhirnya Mutasi Terwujud, Bupati Dompu Melantik Ratusan Pejabat Eselon II dan III, Tunjukan Integritas dan Profesionalisme

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kerja Cepat Satreskrim Polres Pasaman Barat Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Seorang Anak Diamankan

Berita Terbaru