*FENOMENA JALAN MENUJU PANTAI BARAT*
Oleh : H.Syahrir Nasution S.E, MM
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
RADARMERDEKA.ID | MEDAN (Sumut), Jalan dari Panyabungan menuju pantai barat termasuk kategori jalan provinsi, dalam arti baik pemeliharaan maupun pengembangannya berada di APBD Provinsi yang sudah barang tentu pagu anggarannya lebih besar dibanding dengan jalan kabupaten yang anggarannya berada di APBD kabupaten.
Dalam sejarah perjalanan bangsa ini jalan menuju pantai barat tersebut belum pernah menunjukkan bahwa ia dirawat dan dikembangkan oleh pemerintah provinsi, yang ada justru menunjukkan kesan bahwa jalan tersebut seolah-olah merupakan jalan menuju daerah tertinggal yang tak bertuan karena minimnya kehadiran penguasa untuk memperhatikan- nya, lobang – lobang besar berlumpur adalah pemandangan sehari – hari yang akrab dengan jalan tersebut, padahal perputaran uang hasil sumber daya alam dari pantai barat tidak kalah penting dibandingkan perputaran uang di kota Panyabungan sebagai pusat kota kabupaten, namun pantai barat masih meninggalkan kesan seperti dianaktirikan.
Peristiwa truk fuso amblas pada hari Sabtu tgl 25-7-2026 kemaren yang mengakibatkan arus lalu lintas dari Panyabungan ke Muara soma dan sebaliknya menjadi stagnan adalah salah satu contoh betapa minimnya perhatian terhadap kondisi jalan tersebut, padahal beberapa bulan yang lalu sudah ada *show of force* dari pemegang kekuasaan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut sudah cair namun sampai saat ini pelaksanaannya belum kelihatan.
Tabiat show of force seperti ini sudah menjadi tradisi pemegang kekuasaan saat ini, contoh lain beberapa tahun yang lalu ada juga show of force dari pemegang kekuasaan bahwa Kabupaten Madina dapat bantuan bola lampu penerangan umum tenaga surya, tapi hingga saat ini tidak jelas rimbanya dimana itu dipasang bola lampunya, sama halnya dengan anggaran perbaikan jalan antara Panyabungan dengan muara soma tadi belum ada kejelasan kapan akan dimulai pelaksanaannya.
*_Oh Pantai Barat yang malang semoga engkau cepat merdeka dari diperalat oleh oknum – oknum para abuse of power_* agar engkau bisa lebih fokus untuk menata diri.
(M.Sudirmin)








